7 Bahan Alami yang Dapat Memperbaiki Fungsi Pelindung Kulit (Bye-bye Dry Skin!)

Pernahkah Paras Cahaya merasa kalau kulit kalian menjadi lebih kering setelah mencuci muka atau sesudah mandi?

Hal yang kalian alami tersebut mungkin saja terjadi karena produk yang kalian gunakan malah membuat kalian melepaskan kandungan air dari kulit lebih banyak daripada seharusnya. Kulit  manusia yang sehat pada umumnya melepaskan 300 – 400 ml kandungan air dari kulit setiap harinya. Jumlah kandungan air yang terlepas dari kulit ini dikenal dengan sebutan Transepidermal Water Loss (TEWL).Nah, TEWL ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan kita, seperti kelembaban dan suhu udara, dan juga oleh kondisi tubuh, contohnya usia dan kesehatan kulit kita.

Nilai TEWL dapat diukur untuk menentukan keutuhan dari fungsi pelindung kulit (skin barrier function). Kulit yang menderita atopic dermatitis, seperti halnya eksim, akan memiliki nilai TEWL yang lebih tinggi daripada seharusnya yang menandakan bahwa kulit tersebut tidak dapat mempertahankan kelembaban alaminya akibat fungsi pelindung kulit yang tidak lagi utuh. Nilai TEWL juga cenderung bertambah akibat efek penuaan kulit. Oleh karena itu, seiring dengan bertambahnya umur, kulit kita cenderung menjadi lebih cepat kering.

Selain dipengaruhi oleh faktor kesehatan dan usia kulit, produk-produk skincare yang kita pakai sehari-hari ternyata juga mempengaruhi nilai TEWL karena produk-produk tersebut akan mempengaruhi fungsi kulitmu sebagai lapisan pelindung. Jika tidak hati-hati dalam memilih, produk-produk yang memiliki kandungan yang dapat menyebabkan iritasi kulit atau menyebabkan reaksi alergi (seperti sodium lauryl sulfate (SLS) dan sodium laureth sulfate (SLES), diethanolamine (DEA), pewangi/fragrance, dan bahan pengawet yang mengandung formaldehyde seperti DMDM Hydantoin) dapat merusak fungsi pelindung kulit, membuat kulit menjadi lebih kering, dan lama-kelamaan dapat menyebabkan peradangan kulit yang kronis.

Oleh karena itu, penggunaan produk-produk skincare yang mengandung bahan-bahan yang lembut dan aman di kulit menjadi sangat penting untuk menjaga keutuhan fungsi pelindung kulit. Selain itu, karena kulit yang cenderung mudah kering ataupun sensitif menjadi salah satu tanda sudah berkurangnya fungsi pelindung kulit, maka pemilihan produk pelembab (moisturizer) yang dapat memperbaiki keutuhan fungsi pelindung kulit – dan tidak sekedar melembabkan saja – menjadi sangat penting.  Oleh karena itu, jangan lupa untuk selalu membaca komposisi bahan di produk skincare-mu. Jauhi produk-produk yang mengandung bahan-bahan yang dapat merusak keutuhan fungsi pelindung kulit dan pilihlah produk-produk yang mengandung bahan-bahan yang dapat melindungi dan memperbaiki fungsi pelindung kulit.

Berikut ini adalah 7 bahan alami yang sudah terbukti oleh sains dapat melindungi dan memperbaiki fungsi pelindung kulit:

  1. Minyak tamanu (tamanu oil)

Minyak tamanu mengandung bahan aktif seperti asam lemak, polyphenols, tocopherols, dan sterols yang dikenal mampu untuk merangsang peremajaan sel-sel kulit (skin rejuvenation), merangsang kulit untuk memproduksi kolagen, dan mempercepat penyembuhan luka.

  1. Minyak kelapa (coconut oil)

Minyak kelapa mengandung kandungan asam laurat yang tinggi. Minyak kelapa diketahui mampu mempercepat pertumbuhan sel-sel kulit dan mengembalikan kemampuan kulit untuk mempertahankan kelembaban alaminya.

  1. Minyak biji bunga matahari (sunflower seed oil)

Sunflower seed oil memiliki kandungan asam linoleic yang tinggi. Asam linoleat (asam lemak omega-6) adalah asam lemak esensial (i.e. tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh) yang berperan penting dalam pertumbuhan sel-sel kulit dan proses produksi lapisan lemak (lipid) alami kulit. Kedua hal ini penting dalam memperbaiki keutuhan fungsi pelindung kulit.

  1. Minyak kedelai (soybean oil)

Minyak kedelai mengandung phytosterols yang dikenal dapat memperbaiki fungsi pelindung kulit. Pemakaian minyak kedelai di kulit terbukti dapat mengurangi nilai TEWL.

  1. Minyak argan (argan oil)

Pemakaian minyak argan secara rutin dikenal mampu menjaga dan mengembalikan elastisitas kulit dan kelembaban alami kulit.

  1. Jojoba

Jojoba mengandung kandungan ester lilin (wax esters) yang baik untuk melindungi fungsi pelindung kulit.

  1. Minyak oat (oat oil)

Seperti minyak biji bunga matahari, minyak oat juga mengandung asam linoleat yang tinggi yang mampu memperbaiki keutuhan jaringan kulit